FORUM DISKUSI II
Mata Kuliah : METODE PENELITIAN
BISNIS
DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM, CMA
Nama Mahasiswa : Joko Waluyo
NIM : 530013332
Soal : Jelaskan Tahap-tahap Penelitian!
Jawaban :
Sebelum lebih jauh membahas
tentang tahapan-tahapan penelitian, perlu kiranya terlebih dahulu mengetahui
pembagian ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan dapat dibagi menjadi ilmu alam dan bukan ilmu alam. Penelitian ilmu alam lebih banyak menekankan
pada penelitian murni, dan terapan dengan obyek material berupa hal-hal
yangbersifat fisik, dapat diobservasi, dan diamati langsung. Sedangkan ilmu non alam (ilmu sosial, ilmu
psikologi), obyek penelitian bukan berupa hal-hal fisik, dan tidak dapat
diobservasi secara langsung. Untuk
melakukan penelitian dibidang ilmu non alam ini (ilmu-ilmu sosial dan
psikologi) berkembanglah aliran positivisme dan interpretivisme yang menjadi perspektif
penelitan kuantitatif dan penelitian kualitatif. Positivisme menjadi dasar penelitian
kuantitatif sedangkan interpresitivisme menjadi dasar penelitian kualitatif.[1]
Deskripsi penelitian
kualitatif dan penelitian kuantitatif sebagimana tersaji pada tabel berikut:
Aspek
|
Kuantitatif
|
Kualitatif
|
Tujuan
|
Penelitian kuantitatif
bertujuan untuk meneliti kaitan sebab dan akibat antara variabel-varibel
|
Penelitian kualitatif
bertujuan untuk menguji gejala sebagaimana adanya dan sangat rinci
|
Desain
|
Penelitian kuantitatif
bersifat deskriptif dan kausal (eksperimental).
|
Penelitian kualitatif
bersifat eksploratif, luwes dan berkembang selama penelitian
|
Pendekatan
|
Penelitian kuantitatif
menggunakan pendekatan deduktif
|
Menggunakan pendekatan
induktif
|
Alat
|
Penelitian kuantitatif
menggunakan alat yang telah dipilih sebelumnya, seperti angket, kuisioner
|
Penelitian kualitatif
menggunakan alat utama si peneliti itu sendiri, seperti wawancara,
partisipatif dan kelompok fokus
|
Sampel
|
Menggunakan sampel yang
besar
|
Tidak memungkinkan
menggunakan sampel yang besar
|
Analisis
|
Analisis statistik atas
dasar numerik
|
Uraian dan interpretasi
naratif.
|
Sumber:
Buku Materi Pokok Metode Penelitian Bisnis. Aritonang, 2016. Hal: 1.16-1.17
Penelitian
kuantitatif dilakukan dengan pendekatan deduktif yaitu penelitian yang
mengembangkan hipotesis berdasarkan kerangka teoritis terlebih dahulu.
Pembuktian hipotesis dilakukan dengan pengumpulan data empirik.[2]
Tahapan-tahapan
penelitian kuantitatif pendekatan Deduktif secara sederhana dapat digambarkan
sebagai berikut:
Gambar 1. Alur Sederhana Penelitian
Alur
sederhana penelitian ini dalam Buku Materi Pokok Metode Penelitian Bisnis lebih
dikenal dengan Benang Merah Penelitian.
Gambaran dari adanya benang merah tersebut bahwa sebuah penelitian
diawali dengan adanya suatu masalah (perumusan masalah). Sekaran (2003) menambahkan bahwa yang termasuk
dalam kategori masalah adalah observasi. Sehingga tahapan pengumpulan masalah
meliputi: observasi, pengumpulan data awal dan perumusan masalah.
Berikut
gambaran tahapan penelitian dalam kategori masalah berdasarkan Sekaran (2003)
dan Aritonang (2016).
Gambar 2. Perbedaan tahapan penelitian pada penentuan
masalah antara Aritonang (2016) dengan Sekaran (2003).
Tahap
berikutnya adalah hipotesa atau pengidentifikasian dan perumusan jawaban
teoritis. Hipotesis merupakan kesimpulan
yang dihasilkan melalui kerangka pemikiran dan berfungsi sebagai jawaban
teoritis (logis) atas rumusan masalah.
Hipotesis dapat juga disebut sebagai jawaban sementara atas rumusan
masalah karena sifatnya baru sebatas logis.
Sedangkan kebenaran empirisnya harus diverifikasi sehingga menjadi
kebenaran ilmiah. Tahapan-tahapan yang
termasuk dalam kategori hipotesa adalah[3]:
1. Kajian teori dan hasil
penelitian yang relevan
2. Perumusan kerangka pemikiran
3.
Perumusan
hipotesis
Tahapan
terakhir dalam penelitian deduksi adalah analisa. Tahapan-tahapan yang termasuk ke dalam
analisa ini adalah[4]:
1. desain penelitian
2. pengumpulan data
3. analisa data
4. interpretasi data
5. deduksi
Sedangkan
menurut Aritonang (2016), yang termasuk dalam tahapan-tahapan analisa adalah:
1. penentuan desain penelitian
2. penentuan subyek penelitian
3. pengembangan instrumen
perolehan data
4. penganalisisan reliabilitas
dan validitas instrumen
5. pengumpulan data
6. penganalisisan data
7. pendiskusian hasil analisis
8. perumusan kesimpulan dan saran
9. pelaporan
Secara
menyeluruh tahapan penelitian menurut Aritonang (2016) sebagaimana
terdeskripsikan dalam diagram alur berikut:
Gambar 3. Tahapan Penelitian Kuantitatif Pendekatan Deduktif
Berdasarkan Aritonang (2016)
Sedangkan
tahapan – tahapan penelitian berdasarkan Sekaran (2003), terdeskripsikan lebih
sederhana, serta ada penambahan deduksi diakhir tahapan. Tahapan-tahapan penelitian kuantitatif dengan
pendekatan deduktif menurut Sekaran (2003) sebagaimana alur berikut :
Gambar
4. Tahapan
Penelitian Kuantitatif Pendekatan Deduktif Menurut Sekaran (2003) dalam
Zulganef (2008)
Penelitian Kuantitatif dengan
Pendekatan Induktif lebih mengarah pada pengembangan teori berdasarkan analisis
data hasil penelitian, bersifat mikro, dan bersifat interpretatif.[5] Pendekatan induktif dimulai dari hal-hal
(fakta-fakta) spesifik/khusus menuju ke pernyataan yang bersifat umum.[6]
Langkah-langkah penelitian
induksi adalah sebagai berikut:
1.
Menentukan masalah
yang akan diteliti
2.
Pengajuan
hipotesis
3.
Pengumpulan data
/penelitian dilapangan
4.
Pengujian
hipotesis.
DAFTAR PUSTAKA
Aritonang,
LR. 2016. Buku Materi Pokok Metode Penelitian Bisnis. Universitas Terbuka.
Jakarta
Zulganef. 2008. Metode
Penelitian Sosial dan Bisnis. Graha Ilmu. Yogyakarta
[1] Aritonang, LA. 2016. Buku Materi
Pokok Metode Penelitian Bisnis. Hal: 1.13-1.15
[2] Babbie (1998) dalam Zulganef 2008.
Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Hal : 23
[4] Sekaran (2003) dalam Zulganef
(2008). Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Hal: 31
[5] Babbie (1998), Neuman (2003)
dalam Zulganef (2008). Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Hal: 30
[6] Kerlinger dan Lee (2007)
dalam Zulganef (2008). Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Hal 30



