Selasa, 06 Februari 2018

Tahapan Penelitian

-->
FORUM DISKUSI II

Mata Kuliah                          : METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN PENGAMPU           : Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM, CMA
Nama Mahasiswa               : Joko Waluyo
NIM                                        : 530013332

 


Soal : Jelaskan Tahap-tahap Penelitian!

Jawaban :

Sebelum lebih jauh membahas tentang tahapan-tahapan penelitian, perlu kiranya terlebih dahulu mengetahui pembagian ilmu pengetahuan.  Ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi ilmu alam dan bukan ilmu alam.  Penelitian ilmu alam lebih banyak menekankan pada penelitian murni, dan terapan dengan obyek material berupa hal-hal yangbersifat fisik, dapat diobservasi, dan diamati langsung.  Sedangkan ilmu non alam (ilmu sosial, ilmu psikologi), obyek penelitian bukan berupa hal-hal fisik, dan tidak dapat diobservasi secara langsung.  Untuk melakukan penelitian dibidang ilmu non alam ini (ilmu-ilmu sosial dan psikologi) berkembanglah aliran positivisme dan interpretivisme yang menjadi perspektif penelitan kuantitatif dan penelitian kualitatif.  Positivisme menjadi dasar penelitian kuantitatif sedangkan interpresitivisme menjadi dasar penelitian kualitatif.[1]
Deskripsi penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif sebagimana tersaji pada tabel berikut:
Aspek
Kuantitatif
Kualitatif
Tujuan
Penelitian kuantitatif bertujuan untuk meneliti kaitan sebab dan akibat antara variabel-varibel
Penelitian kualitatif bertujuan untuk menguji gejala sebagaimana adanya dan sangat rinci
Desain
Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dan kausal (eksperimental).
Penelitian kualitatif bersifat eksploratif, luwes dan berkembang selama penelitian
Pendekatan
Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan deduktif
Menggunakan pendekatan induktif
Alat
Penelitian kuantitatif menggunakan alat yang telah dipilih sebelumnya, seperti angket, kuisioner
Penelitian kualitatif menggunakan alat utama si peneliti itu sendiri, seperti wawancara, partisipatif dan kelompok fokus
Sampel
Menggunakan sampel yang besar
Tidak memungkinkan menggunakan sampel yang besar 
Analisis
Analisis statistik atas dasar numerik
Uraian dan interpretasi naratif.
   Sumber: Buku Materi Pokok Metode Penelitian Bisnis. Aritonang, 2016. Hal: 1.16-1.17

Penelitian kuantitatif dilakukan dengan pendekatan deduktif yaitu penelitian yang mengembangkan hipotesis berdasarkan kerangka teoritis terlebih dahulu. Pembuktian hipotesis dilakukan dengan pengumpulan data empirik.[2]
Tahapan-tahapan penelitian kuantitatif pendekatan Deduktif secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:



Gambar 1. Alur Sederhana Penelitian

Alur sederhana penelitian ini dalam Buku Materi Pokok Metode Penelitian Bisnis lebih dikenal dengan Benang Merah Penelitian.  Gambaran dari adanya benang merah tersebut bahwa sebuah penelitian diawali dengan adanya suatu masalah (perumusan masalah).  Sekaran (2003) menambahkan bahwa yang termasuk dalam kategori masalah adalah observasi. Sehingga tahapan pengumpulan masalah meliputi: observasi, pengumpulan data awal dan perumusan masalah.
Berikut gambaran tahapan penelitian dalam kategori masalah berdasarkan Sekaran (2003) dan Aritonang (2016).


Gambar 2. Perbedaan tahapan penelitian pada penentuan masalah antara Aritonang (2016) dengan Sekaran (2003).

Tahap berikutnya adalah hipotesa atau pengidentifikasian dan perumusan jawaban teoritis.  Hipotesis merupakan kesimpulan yang dihasilkan melalui kerangka pemikiran dan berfungsi sebagai jawaban teoritis (logis) atas rumusan masalah.  Hipotesis dapat juga disebut sebagai jawaban sementara atas rumusan masalah karena sifatnya baru sebatas logis.  Sedangkan kebenaran empirisnya harus diverifikasi sehingga menjadi kebenaran ilmiah.  Tahapan-tahapan yang termasuk dalam kategori hipotesa adalah[3]:
1.     Kajian teori dan hasil penelitian yang relevan
2.     Perumusan kerangka pemikiran
3.     Perumusan hipotesis

Tahapan terakhir dalam penelitian deduksi adalah analisa.  Tahapan-tahapan yang termasuk ke dalam analisa ini adalah[4]:
1.     desain penelitian
2.     pengumpulan data
3.     analisa data
4.     interpretasi data
5.     deduksi

Sedangkan menurut Aritonang (2016), yang termasuk dalam tahapan-tahapan analisa adalah:
1.     penentuan desain penelitian
2.     penentuan subyek penelitian
3.     pengembangan instrumen perolehan data
4.     penganalisisan reliabilitas dan validitas instrumen
5.     pengumpulan data
6.     penganalisisan data
7.     pendiskusian hasil analisis
8.     perumusan kesimpulan dan saran
9.     pelaporan

Secara menyeluruh tahapan penelitian menurut Aritonang (2016) sebagaimana terdeskripsikan dalam diagram alur berikut:



Gambar 3. Tahapan Penelitian Kuantitatif Pendekatan Deduktif Berdasarkan Aritonang (2016)

Sedangkan tahapan – tahapan penelitian berdasarkan Sekaran (2003), terdeskripsikan lebih sederhana, serta ada penambahan deduksi diakhir tahapan.  Tahapan-tahapan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif menurut Sekaran (2003) sebagaimana alur berikut :



Gambar 4. Tahapan Penelitian Kuantitatif Pendekatan Deduktif Menurut Sekaran (2003) dalam Zulganef (2008)

Penelitian Kuantitatif dengan Pendekatan Induktif lebih mengarah pada pengembangan teori berdasarkan analisis data hasil penelitian, bersifat mikro, dan bersifat interpretatif.[5]  Pendekatan induktif dimulai dari hal-hal (fakta-fakta) spesifik/khusus menuju ke pernyataan yang bersifat umum.[6]

Langkah-langkah penelitian induksi adalah sebagai berikut:
1.     Menentukan masalah yang akan diteliti
2.     Pengajuan hipotesis
3.     Pengumpulan data /penelitian dilapangan
4.     Pengujian hipotesis.



DAFTAR PUSTAKA

Aritonang, LR. 2016. Buku Materi Pokok Metode Penelitian Bisnis. Universitas Terbuka. Jakarta
Zulganef. 2008. Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Graha Ilmu. Yogyakarta



[1] Aritonang, LA. 2016. Buku Materi Pokok Metode Penelitian Bisnis. Hal: 1.13-1.15
[2] Babbie (1998) dalam Zulganef 2008. Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Hal : 23
[3] Aritonang, LA. 2016. Buku Materi Pokok Metode Penelitian Bisnis. Hal: 1.40
[4] Sekaran (2003) dalam Zulganef (2008). Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Hal: 31
[5] Babbie (1998), Neuman (2003) dalam Zulganef (2008). Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Hal: 30
[6] Kerlinger dan Lee (2007) dalam Zulganef (2008). Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Hal 30