FORUM DISKUSI I
Mata
Kuliah : SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
DOSEN
PENGAMPU : Prof. Dr. Ir. H. Hapzi
Ali, MM
Nama
Mahasiswa : Joko Waluyo
NIM :
530013332
Soal : Penerapan SIM di Tempat Kerja
Jawaban : Penerapan SIM (Sistem Informasi Manajemen) di
tempat saya bekerja terdiri atas dua macam, yaitu:
a. Sistem
Informasi Manajemen Manual yang tidak berbasis komputer.
Contoh : SIM manual yang masih ada ditempat saya bekerja
adalah, sistem absensi pegawai di tingkat resort / lapangan. Sistem absensi dilakukan dengan cara menulis
dan tanda tangan di buku absen yang berada di resort. Absensi dilakukan di setiap kedatangan dan
kepulangan.
Hingga saat ini absensi ditingkat resort masih manual
dikarenakan keterbatasan sumber listrik ditiap-tiap resort.
b. Sistem
Informasi Manajemen Berbasis Komputer.
Penggunaan komputer pada
keperluan kantor tempat saya bekerja untuk arus data dan informasi dapat
dibedakan menjadi dua kelompok. Kedua
kelompok tersebut adalah SIM berbasis komputer yang dibuat oleh unit kerja saya
sendiri dan SIM berbasis komputer yang dibuat oleh unit lain tapi dimanfaatkan
oleh unit organisasi tempat saya bekerja.
Sim berbasis komputer yang
dibuat sendiri oleh unit kerja tempat saya bekerja antara lain:
i.
Finger Print
Absensi. Peralatan yang dibutuhkan untuk
finger print absensi hanyalah sebatas, alat finger print, server, komputer dan
printer. Pola kerjanya data yang berada
di finger print akan tersimpan di server kantor. Operator komputer dalam hal ini dilakukan
oleh bagian kepegawaian akan mengunduh data yang berada di server setiap akhir
bulan untuk merekap kehadiran, keterlambatan dan lain-lain. Akhir dari pengolahan data finger print ini
adalah data absensi yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis excel untuk
penghitungan besaran tunjangan kinerja pegawai berdasarkan kehadiran.
ii.
SIM Resort Base
Management. SIM ini digunakan untuk
penyampaian pelaporan berdasarkan hasil kegiatan ditiap resort ke seksi dan
dilanjut ke kantor pusat (kantor balai).
Peralatan yang dibutuhkan antara lain: Handphone atau tablet (pengganti
tallysheet dan GPS), komputer, server, serta aplikasi RBM dan aplikasi Memento
berbasis android. Pola kerja SIM ini
adalah sebagai berikut: petugas / pegawai yang berada di lapangan (patroli,
pendataan dll) dibekali dengan handphone ataupun tablet yang sudah diinstall
aplikasi memento dan yang juga sudah diupdate tallysheet untuk pendataan. Data hasil dari pendataan tersebut
selanjutnya dintransfer ke dalam komputer/laptop ditiap-tiap resort. Transfer dimaksud adalah diupload dalam
aplikasi SIM RBM yang ada di komputer tiap-tiap resort. Pada akhir bulan, data
yang terkumpul ditiap-tiap resort dikirim ke kantor seksi untuk diolah
/dianalisa serta direkapitulasi melalui aplikasi RBM yang terinstal di komputer
seksi. Hasil analisa tingkat seksi
dipakai untuk pengambilan keputusan ditingkat seksi dan juga sebagai bahan
pelaporan ke tingkat balai.
iii.
Eticketing. Aplikasi ini dikembangkan untuk melayani
pembelian tiket dan pengurusan SIMAKSI (surat ijin masuk kawasan konservasi)
secara online. Perangkat yang dibutuhkan
adalah komputer, printer, serverdan software. Dengan aplikasi ini diharapkan pembelian
ticket dan pelayanan perijinan simaksi dapat diproses lebih cepat.
Sedangkan SIM berbasis
komputer yang dibuat unit organisasi lain dan dimanfaatkan oleh organisasi
tempat saya bekerja antara lain:
i.
SIDAK (Sistem
informasi dan Data Konservasi). Sistem
ini berbasis online yang dikembangkan kementerian lingkungan hidup dan
kehutanan Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, yang ditujukan bagi
seluruh unit kerja ditingkat lapangan agar mengisi data terkait potensi,
permasalahan dan data rutin dalam aplikasi tersebut.
ii.
SIMPEG (Sistem
Informasi Pegawai). Sistem aplikasi yang
berbasis online yang dikembangkan oleh Biro Kepegawaian Kementererian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang ditujukan untuk memberikan kemudahan input
dan monitoring data kepegawaian seluruh pegawai kementerian lingkungan hidup
dan kehutanan. Dengan aplikasi ini
seorang pegawai dapat memantau data-data terkait kepegawaiannya.
iii.
SIRUP (Sistem
Informasi Rencana Umum Pengadaan). Aplikasi
ini dibangun oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa
Pemerintah), yang ditujukan bagi lembaga pemerintahan dalam proses perencanaan pengadaan
barang dan jasa menggunakan aplikasi ini.
Dan masih banyak lagi
aplikasi-aplikasi berbasis online yang dimanfaatkan untuk membantu pelaksanaan
kegiatan sehingga tercipta kinerja yang efektif dan efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar