Kamis, 01 Februari 2018

Pemanfaatan Sistem Informasi di Lingkungan Kerja



FORUM DISKUSI I

Mata Kuliah                      : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DOSEN PENGAMPU       : Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM
Nama Mahasiswa            : Joko Waluyo
NIM                                  : 530013332



Soal : Penerapan SIM di Tempat Kerja

Jawaban : Penerapan SIM (Sistem Informasi Manajemen) di tempat saya bekerja terdiri atas dua macam, yaitu:
a.    Sistem Informasi Manajemen Manual yang tidak berbasis komputer. 
Contoh : SIM manual yang masih ada ditempat saya bekerja adalah, sistem absensi pegawai di tingkat resort / lapangan.  Sistem absensi dilakukan dengan cara menulis dan tanda tangan di buku absen yang berada di resort.  Absensi dilakukan di setiap kedatangan dan kepulangan.
Hingga saat ini absensi ditingkat resort masih manual dikarenakan keterbatasan sumber listrik ditiap-tiap resort.
b.    Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer.
Penggunaan komputer pada keperluan kantor tempat saya bekerja untuk arus data dan informasi dapat dibedakan menjadi dua kelompok.  Kedua kelompok tersebut adalah SIM berbasis komputer yang dibuat oleh unit kerja saya sendiri dan SIM berbasis komputer yang dibuat oleh unit lain tapi dimanfaatkan oleh unit organisasi tempat saya bekerja.
Sim berbasis komputer yang dibuat sendiri oleh unit kerja tempat saya bekerja antara lain:
                      i.         Finger Print Absensi.  Peralatan yang dibutuhkan untuk finger print absensi hanyalah sebatas, alat finger print, server, komputer dan printer.  Pola kerjanya data yang berada di finger print akan tersimpan di server kantor.  Operator komputer dalam hal ini dilakukan oleh bagian kepegawaian akan mengunduh data yang berada di server setiap akhir bulan untuk merekap kehadiran, keterlambatan dan lain-lain.  Akhir dari pengolahan data finger print ini adalah data absensi yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis excel untuk penghitungan besaran tunjangan kinerja pegawai berdasarkan kehadiran.
                     ii.         SIM Resort Base Management.  SIM ini digunakan untuk penyampaian pelaporan berdasarkan hasil kegiatan ditiap resort ke seksi dan dilanjut ke kantor pusat (kantor balai).  Peralatan yang dibutuhkan antara lain: Handphone atau tablet (pengganti tallysheet dan GPS), komputer, server, serta aplikasi RBM dan aplikasi Memento berbasis android.  Pola kerja SIM ini adalah sebagai berikut: petugas / pegawai yang berada di lapangan (patroli, pendataan dll) dibekali dengan handphone ataupun tablet yang sudah diinstall aplikasi memento dan yang juga sudah diupdate tallysheet untuk pendataan.  Data hasil dari pendataan tersebut selanjutnya dintransfer ke dalam komputer/laptop ditiap-tiap resort.  Transfer dimaksud adalah diupload dalam aplikasi SIM RBM yang ada di komputer tiap-tiap resort. Pada akhir bulan, data yang terkumpul ditiap-tiap resort dikirim ke kantor seksi untuk diolah /dianalisa serta direkapitulasi melalui aplikasi RBM yang terinstal di komputer seksi.  Hasil analisa tingkat seksi dipakai untuk pengambilan keputusan ditingkat seksi dan juga sebagai bahan pelaporan ke tingkat balai.
                   iii.         Eticketing.  Aplikasi ini dikembangkan untuk melayani pembelian tiket dan pengurusan SIMAKSI (surat ijin masuk kawasan konservasi) secara online.  Perangkat yang dibutuhkan adalah komputer, printer, serverdan  software.  Dengan aplikasi ini diharapkan pembelian ticket dan pelayanan perijinan simaksi dapat diproses lebih cepat.

Sedangkan SIM berbasis komputer yang dibuat unit organisasi lain dan dimanfaatkan oleh organisasi tempat saya bekerja antara lain:
                        i.         SIDAK (Sistem informasi dan Data Konservasi).  Sistem ini berbasis online yang dikembangkan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, yang ditujukan bagi seluruh unit kerja ditingkat lapangan agar mengisi data terkait potensi, permasalahan dan data rutin dalam aplikasi tersebut.
                       ii.         SIMPEG (Sistem Informasi Pegawai).  Sistem aplikasi yang berbasis online yang dikembangkan oleh Biro Kepegawaian Kementererian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang ditujukan untuk memberikan kemudahan input dan monitoring data kepegawaian seluruh pegawai kementerian lingkungan hidup dan kehutanan.  Dengan aplikasi ini seorang pegawai dapat memantau data-data terkait kepegawaiannya.
                     iii.         SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan).  Aplikasi ini dibangun oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah), yang ditujukan bagi lembaga pemerintahan dalam proses perencanaan pengadaan barang dan jasa menggunakan aplikasi ini.
Dan masih banyak lagi aplikasi-aplikasi berbasis online yang dimanfaatkan untuk membantu pelaksanaan kegiatan sehingga tercipta kinerja yang efektif dan efisien.  

Tidak ada komentar: