Minggu, 06 Mei 2018

Penulisan Latar Belakang Sebuah Penelitian

PENULISAN LATAR BELAKANG, RUMUSAN MASALAH,  TUJUAN
DAN MANFAAT PENELITIAN DALAM SEBUAH PENELITIAN
 
Disusun Oleh:
Nama Mahasiswa : Joko Waluyo
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM.


  









I.      PENDAHULUAN

Setiap Penulisan karya ilmiah tidak bisa terlepas dengan adanya latar belakang dari adanya penulisan karya ilmiah tersebut.  Latar belakang merupakan awal dari bagian penulisan ilmiah dan biasanya berada di bab pertama (bab pendahuluan). Bab pertama pada suatu penulisan ilmiah biasanya berupa latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.   
Banyak sekali peneliti utamanya peneliti pemula yang kesulitan memulai penulisan karya ilmiah Karena kesulitan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam latar belakang masalah, hasil-hasil penelitan apa yang perlu dikutip sebagai landasan dalam mendukung tulisan apa yang akan disampaikan dalam latar belakang tersebut. 
Sehubungan dengan beberapa permasalahan yang sering dialami para peneliti yang utamanya para peneliti pemula yang kesulitan menyampaikan informasi dalam latar belakang, maka melalui penulisan artikel ini setidaknya akan sedikit membantu bagi para peneliti ataupun penulis pemula tentang apa itu latar belakang, apa saja yang biasanya dituliskan dalam latar belakang, pembatasan permasalahan yang akan ditulis/diteliti, rumusan masalah dan tujuan dari penulisan ilmiah dimaksud serta manfaatnya. 
 





















II.      PEMBAHASAN


A.  Latar belakang Masalah

Bab pertama dalam penulisan ilmiah baik berupa penelitian maupun karya ilmiah, diawali dengan pendahuluan.  Pendahuluan merupakan bab pertama yang mengarahkan pembaca mengenai topik yang akan ditulis, alasan kenapa topik tersebut diangkat/dibahas serta pentingnya untuk dilakukan pembahasan/penelitian terhadap topik yang diangkat tersebut.  Isi pada bab pendahuluan pada suatu laporan penelitian lebih komplek dibandingkan dengan pada karya ilmiah ataupun sebuah artikel.
Bagian latar belakang masalah memberikan informasi mengenai alasan – alasan mengenai pengangkatan topik yang akan dibahas dalam laporan penelitian ataupun karya ilmiah.  Pada bagian awal latar belakang ini untuk mendukung topik yang diangkat dapat diberikan penjelasan mengenai topik dimaksud.  Penjelasan dimaksud dapat dimulai dari hal-hal yang bersifat umum dilanjutkan kearah hal-hal yang bersifat khusus mengenai topik penulisan (Aritonang, 2016).  Topik yang diangkat merupakan gambaran situasi dan kondisi yang ada dilapangan baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus yang dilengkapi dengan data dan fakta dilapangan.  Kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi (yang timbul berdasarkan target, teori, aturan dan ketentuan) dan kenyataan yang ada.  Kesenjangan yang dapat diteliti selain dalam kondisi social, dapat juga kesenjangan penelitian dan kesenjangan teori.  Kedua masalah ini tidak dimasukkan untuk memecahkan permasalahan, namun untuk membenarkan atau mengoreksi penggunaan metode yang tepat dalam penerapan atau memperbaiki teori yang sudah ada (Hapzi Ali dalam https://hapzi-ali.com/daftar-ebook/ebook-metodologi-penelitian/).
Ketika permasalahan utama yang akan diteliti sudah ditemukan, maka permasalahan utama dapat dijadikan sebagai variable terikat (dependent variable). Selanjutnya dapat cari pendukung untuk membahas permasalahan utama tersebut melalui data-data ataupun informasi-informasi yang mendukung bagi topik yang akan dibahas.  Untuk mendukung topik penelitian yang akan diambil dapat dilakukan dengan pengkajian dari pustaka-pustaka yang ada yang memuat hasil-hasil penelitian seputar topik yang akan dibahas.  Dengan melihat penelitian sebelumnya dapat ditunjukkan bahwa penelitian yang akan dilakukan masih layak untuk dilakukan.  Topik yang pernah diteliti dapat juga dilakukan penelitian ulang, dengan catatan bahwa penelitian yang akan disampaikan dapat memberikan teori baru ataupun setidaknya dapat memperkuat penelitian sebelumnya. 
Andrik Purwasito (2004), menyebutkan bahwa latar belakng masalah setidaknya memuat hal-hal sebagai berikut:
1.      Factor-faktor yang menjadi perhatian untuk dijadikan suatu latar belakang (identifikasi masalah yang relevan.
2.      Informasi kasus, baik secara langsung lewat pengamatan di lapangan,  ataupun melalui referensi tulisan (buku, laporan penelitian atau sejenisnya).
3.      Persoalan yang akan dijawab melalui penulisan karya tulis atau laporan penelitian tersebut.  Setiap masalah yang akan dijawab sebaiknya disampaikan sebagai problematika yang akan dibahas dalam bab-bab selanjutnya.
 B.   Identifikasi dan Rumusan Masalah

Identifikasi masalah adalah upaya untuk mengenali faktor-faktor penyebab berdasarkan teori yang sudah ada maupun  hasil penelitian sebelumnya melalui jurnal, khususnya pada bagian akhir yaitu pada rekomendasi / saran untuk penelitian lanjutan (hapzi ali dalam https://hapzi-ali.com/daftar-ebook/ebook-metodologi-penelitian/bab-4-identifikasi-pembatan-dan-rumusan-masalah/; Aritonang, 2016: 9.5).
Masalah-masalah yang ada mengenai suatu topik dapat diidentifikasi setelah dilakukan penelaahan literature, khususnya jurnal.  Tiap masalah yang diidentifikasi dirumuskan dalam kalimat pertanyaan, yang mencakup variable-variabel dan kaitan antara variable itu secara eksplisit.  Selain mengenai variable, identifikasi masalah juga dapat mengacu pada instrument yang digunakan.
Kenyataan di lapangan, bahwa untuk menentukan factor-faktor penyebab permasalahan sangat banyak, sehingga akan sulit dilakukan penelitian dengan keterbatasan anggaran, tenaga dan juga waktu.  Oleh karenanya dalam penelitian perlu ada pembatasan permasalahan sebagai variable-variabel bebas.  Pembatasan masalah yang akan diteliti dapat didasarkan pada keluasan dan kedalamannya.  Dari segi keluasan, kita hanya dapat meneliti variable-variabel tertentu untuk menjelaskan variable terikat.  Untuk pembatasan dari segi pendalamannya, dapat saja bahwa penelitian yang kita lakukan adalah untuk menambah variable baru dari suatu model, atau jika mampu dapat juga mengevaluasi teori yang sudah mapan.
Pembatasan masalah dalam penelitian harus bersifat obyektif, dan sebaiknya didasarkan pada referensi tertentu.  Kita juga dapat membatasi masalah penelitian pada masalah yang pernah diteliti oleh orang lain (penelitian replikasi).  Agar tidak terkesan menjiplak, kita harus bisa membuat proposal penelitian sedemikian rupa, dan juga disertakan dengan alasan yang logis dan obyektif.  Selain itu agar juga harus didukung dengan referensi yang banyak berbeda daripada yang digunakan pada penelitian yang direplikasi (Aritonang, 2016).
Setelah dilakukan pembatasan masalah, maka masalah-masalah yang sudah teridentifikasi dan dibatasi hanya pada variable-variabel tertentu, maka dilanjutkan dengan perumusan masalah.  Rumusan masalah biasanya dibuat dalam bentuk kalimat tanya, atau setidaknya mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan, yakni: apa, siapa, berapa, seberapa. Sejauhmana, bagaimana dan masih banyak lagi (dikutip dari: https://saripedia.wordpress.com/ tag/bagian-bagian-karya-ilmiah). 
 C.   Tujuan Penelitian  

Tujuan penelitian merupakan pengungkapan terhadap apa yang hendak dicapai dengan penelitian yang akan dilakukan.  Pengungkapan tersebut berupa pengujian secara empiris kaitan antar variable yang terdapat dalam rumusan masalah penelitian.  Oleh karenanya jumlah tujuan penelitian seharusnya sama dengan jumlah rumusan masalah, atau dalam kata lain tujuan penelitian harus sejajar dengan rumusan masalah.  Misalnya: (1) rumusan masalah: apakah ada pengaruh X terhadap Y, maka tujuan penelitian: menentukan ada tidaknya pengaruh X terhadap Y, (2) rumusan masalah: apakah ada hubungan antara X dan Y, maka tujuan penelitian: menentukan ada tidaknya hubungan antara X dan Y, (3) rumusan masalah: bagaimanakah persepsi peneliti terhadap pelayanan akademik, maka tujuannya adalah mendiskripsikan persepsi tersebut.
 D.  Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian mengacu pada hasil penelitian yang akan diperoleh jika penelitian tersebut telah selesai.  Manfaat penelitian dapat berupa manfaat praktis (aplikasi) maupun teoritis (implikasi).  Manfaat praktis penelitian adalah bagaimana kita menjelaskan bahwa penelitian yang kita lakukan bermanfaat bagi siapa, dan apa manfaatnya.  Pada penelitian praktis, manfaat praktis dan teoritis hasilnya dapat diidentifikasi, sedangkan pada penelitian teoritis, manfaat praktis kemungkinan tidak Nampak atau tidak ada, sedangkan manfaat teoritis harus ada (Aritonang, 2016)  
          
                                                                                                                                   





























































































III.      PENUTUP


Salah satu bagian utama dari proposal penelitan ataupun laporan penelitian adalah bagian pendahuluan.  Pada bagian ini terdiri atas latar belakang perlunya diadakan penelitian, identifikasi dan perumusan masalah, tujuan penelitian dan terakhir adalah manfaat penelitian.  Bab pertama (bab pendahuluan) harus memberikan informasi yang jelas dan menarik terkait pentingnya penelitian ini dilakukan. Antara latarbelakang, perumusan masalah dan tujuan penelitian harus saling terkait antara sub bagian tersebut.
 

REFERENSI:
 Riadi, Muchlisin. 2014. Latar belakang Masalah Penelitian (didownload dari web: https://www.kajianpustaka.com/2014/04/latar-belakang-masalah-penelitian.html pada tanggal 21 April 2018)
 Ali, Hapzi. Identifikasi, Pembatasan dan Rumusan Masalah (didownload dari web: https://hapzi-ali.com/daftar-ebook/ebook-metodologi-penelitian/bab-4-identifikasi-pembatan-dan-rumusan-masalah/, pada tanggal 21 April 2018)
Aritonang, Lerbin Roberto. 2016. Buku Materi Pokok: Metode Penelitian Bisnis, Modul: 9. Universitas Terbuka Metode Penulisan Karya Ilmiah (2) didownload dari web: https://saripedia.woedpress.com/tag/ bagian-bagian-karya-ilmiah/, pada tanggal 21 April2018
x

Tidak ada komentar: