PENULISAN LATAR BELAKANG, RUMUSAN MASALAH, TUJUAN
DAN MANFAAT PENELITIAN DALAM SEBUAH PENELITIAN
Disusun Oleh:
Nama Mahasiswa : Joko Waluyo
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Hapzi
Ali, MM.
I. PENDAHULUAN
Setiap Penulisan karya ilmiah tidak bisa
terlepas dengan adanya latar belakang dari adanya penulisan karya ilmiah
tersebut. Latar belakang merupakan awal
dari bagian penulisan ilmiah dan biasanya berada di bab pertama (bab
pendahuluan). Bab pertama pada suatu penulisan ilmiah biasanya berupa latar belakang
masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.
Banyak sekali peneliti utamanya
peneliti pemula yang kesulitan memulai penulisan karya ilmiah Karena kesulitan
memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam latar belakang masalah, hasil-hasil
penelitan apa yang perlu dikutip sebagai landasan dalam mendukung tulisan apa
yang akan disampaikan dalam latar belakang tersebut.
Sehubungan dengan beberapa
permasalahan yang sering dialami para peneliti yang utamanya para peneliti
pemula yang kesulitan menyampaikan informasi dalam latar belakang, maka melalui
penulisan artikel ini setidaknya akan sedikit membantu bagi para peneliti
ataupun penulis pemula tentang apa itu latar belakang, apa saja yang biasanya
dituliskan dalam latar belakang, pembatasan permasalahan yang akan
ditulis/diteliti, rumusan masalah dan tujuan dari penulisan ilmiah dimaksud
serta manfaatnya.
II. PEMBAHASAN
A.
Latar belakang Masalah
Bab pertama dalam
penulisan ilmiah baik berupa penelitian maupun karya ilmiah, diawali dengan
pendahuluan. Pendahuluan merupakan bab
pertama yang mengarahkan pembaca mengenai topik yang akan ditulis, alasan
kenapa topik tersebut diangkat/dibahas serta pentingnya untuk dilakukan
pembahasan/penelitian terhadap topik yang diangkat tersebut. Isi pada bab pendahuluan pada suatu laporan
penelitian lebih komplek dibandingkan dengan pada karya ilmiah ataupun sebuah
artikel.
Bagian latar
belakang masalah memberikan informasi mengenai alasan – alasan mengenai
pengangkatan topik yang akan dibahas dalam laporan penelitian ataupun karya
ilmiah. Pada bagian awal latar belakang
ini untuk mendukung topik yang diangkat dapat diberikan penjelasan mengenai
topik dimaksud. Penjelasan dimaksud
dapat dimulai dari hal-hal yang bersifat umum dilanjutkan kearah hal-hal yang
bersifat khusus mengenai topik penulisan (Aritonang, 2016). Topik yang diangkat merupakan gambaran
situasi dan kondisi yang ada dilapangan baik yang bersifat umum maupun yang
bersifat khusus yang dilengkapi dengan data dan fakta dilapangan. Kesenjangan antara apa yang seharusnya
terjadi (yang timbul berdasarkan target, teori, aturan dan ketentuan) dan
kenyataan yang ada. Kesenjangan yang
dapat diteliti selain dalam kondisi social, dapat juga kesenjangan penelitian
dan kesenjangan teori. Kedua masalah ini
tidak dimasukkan untuk memecahkan permasalahan, namun untuk membenarkan atau
mengoreksi penggunaan metode yang tepat dalam penerapan atau memperbaiki teori
yang sudah ada (Hapzi Ali dalam https://hapzi-ali.com/daftar-ebook/ebook-metodologi-penelitian/).
Ketika
permasalahan utama yang akan diteliti sudah ditemukan, maka permasalahan utama
dapat dijadikan sebagai variable terikat (dependent variable). Selanjutnya
dapat cari pendukung untuk membahas permasalahan utama tersebut melalui
data-data ataupun informasi-informasi yang mendukung bagi topik yang akan
dibahas. Untuk mendukung topik
penelitian yang akan diambil dapat dilakukan dengan pengkajian dari
pustaka-pustaka yang ada yang memuat hasil-hasil penelitian seputar topik yang
akan dibahas. Dengan melihat penelitian
sebelumnya dapat ditunjukkan bahwa penelitian yang akan dilakukan masih layak
untuk dilakukan. Topik yang pernah
diteliti dapat juga dilakukan penelitian ulang, dengan catatan bahwa penelitian
yang akan disampaikan dapat memberikan teori baru ataupun setidaknya dapat
memperkuat penelitian sebelumnya.
Andrik Purwasito (2004), menyebutkan bahwa latar belakng masalah
setidaknya memuat hal-hal sebagai berikut:
1.
Factor-faktor
yang menjadi perhatian untuk dijadikan suatu latar belakang (identifikasi
masalah yang relevan.
2.
Informasi
kasus, baik secara langsung lewat pengamatan di lapangan, ataupun melalui referensi tulisan (buku,
laporan penelitian atau sejenisnya).
3.
Persoalan
yang akan dijawab melalui penulisan karya tulis atau laporan penelitian
tersebut. Setiap masalah yang akan
dijawab sebaiknya disampaikan sebagai problematika yang akan dibahas dalam
bab-bab selanjutnya.
B. Identifikasi dan Rumusan Masalah
Identifikasi masalah adalah upaya untuk mengenali faktor-faktor
penyebab berdasarkan teori yang sudah ada maupun hasil penelitian sebelumnya melalui jurnal,
khususnya pada bagian akhir yaitu pada rekomendasi / saran untuk penelitian lanjutan
(hapzi ali dalam https://hapzi-ali.com/daftar-ebook/ebook-metodologi-penelitian/bab-4-identifikasi-pembatan-dan-rumusan-masalah/; Aritonang, 2016: 9.5).
Masalah-masalah yang ada mengenai suatu topik dapat diidentifikasi
setelah dilakukan penelaahan literature, khususnya jurnal. Tiap masalah yang diidentifikasi dirumuskan
dalam kalimat pertanyaan, yang mencakup variable-variabel dan kaitan antara
variable itu secara eksplisit. Selain
mengenai variable, identifikasi masalah juga dapat mengacu pada instrument yang
digunakan.
Kenyataan di lapangan, bahwa untuk menentukan factor-faktor
penyebab permasalahan sangat banyak, sehingga akan sulit dilakukan penelitian
dengan keterbatasan anggaran, tenaga dan juga waktu. Oleh karenanya dalam penelitian perlu ada
pembatasan permasalahan sebagai variable-variabel bebas. Pembatasan masalah yang akan diteliti dapat
didasarkan pada keluasan dan kedalamannya.
Dari segi keluasan, kita hanya dapat meneliti variable-variabel tertentu
untuk menjelaskan variable terikat.
Untuk pembatasan dari segi pendalamannya, dapat saja bahwa penelitian
yang kita lakukan adalah untuk menambah variable baru dari suatu model, atau
jika mampu dapat juga mengevaluasi teori yang sudah mapan.
Pembatasan masalah dalam penelitian harus bersifat obyektif, dan
sebaiknya didasarkan pada referensi tertentu.
Kita juga dapat membatasi masalah penelitian pada masalah yang pernah
diteliti oleh orang lain (penelitian replikasi). Agar tidak terkesan menjiplak, kita harus
bisa membuat proposal penelitian sedemikian rupa, dan juga disertakan dengan
alasan yang logis dan obyektif. Selain
itu agar juga harus didukung dengan referensi yang banyak berbeda daripada yang
digunakan pada penelitian yang direplikasi (Aritonang, 2016).
Setelah dilakukan pembatasan masalah, maka masalah-masalah yang
sudah teridentifikasi dan dibatasi hanya pada variable-variabel tertentu, maka
dilanjutkan dengan perumusan masalah.
Rumusan masalah biasanya dibuat dalam bentuk kalimat tanya, atau
setidaknya mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan,
yakni: apa, siapa, berapa, seberapa. Sejauhmana, bagaimana dan masih banyak
lagi (dikutip dari: https://saripedia.wordpress.com/
tag/bagian-bagian-karya-ilmiah).
C.
Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian merupakan pengungkapan terhadap apa yang hendak dicapai dengan
penelitian yang akan dilakukan.
Pengungkapan tersebut berupa pengujian secara empiris kaitan antar
variable yang terdapat dalam rumusan masalah penelitian. Oleh karenanya jumlah tujuan penelitian
seharusnya sama dengan jumlah rumusan masalah, atau dalam kata lain tujuan
penelitian harus sejajar dengan rumusan masalah. Misalnya: (1) rumusan masalah: apakah ada
pengaruh X terhadap Y, maka tujuan penelitian: menentukan ada tidaknya pengaruh
X terhadap Y, (2) rumusan masalah: apakah ada hubungan antara X dan Y, maka
tujuan penelitian: menentukan ada tidaknya hubungan antara X dan Y, (3) rumusan
masalah: bagaimanakah persepsi peneliti terhadap pelayanan akademik, maka
tujuannya adalah mendiskripsikan persepsi tersebut.
D.
Manfaat Penelitian
Manfaat
penelitian mengacu pada hasil penelitian yang akan diperoleh jika penelitian
tersebut telah selesai. Manfaat
penelitian dapat berupa manfaat praktis (aplikasi) maupun teoritis
(implikasi). Manfaat praktis penelitian
adalah bagaimana kita menjelaskan bahwa penelitian yang kita lakukan bermanfaat
bagi siapa, dan apa manfaatnya. Pada
penelitian praktis, manfaat praktis dan teoritis hasilnya dapat diidentifikasi,
sedangkan pada penelitian teoritis, manfaat praktis kemungkinan tidak Nampak atau
tidak ada, sedangkan manfaat teoritis harus ada (Aritonang, 2016)
Andrik Purwasito (2004), menyebutkan bahwa latar belakng masalah
setidaknya memuat hal-hal sebagai berikut:
3.
Persoalan
yang akan dijawab melalui penulisan karya tulis atau laporan penelitian
tersebut. Setiap masalah yang akan
dijawab sebaiknya disampaikan sebagai problematika yang akan dibahas dalam
bab-bab selanjutnya.
III. PENUTUP
Salah
satu bagian utama dari proposal penelitan ataupun laporan penelitian adalah
bagian pendahuluan. Pada bagian ini
terdiri atas latar belakang perlunya diadakan penelitian, identifikasi dan
perumusan masalah, tujuan penelitian dan terakhir adalah manfaat
penelitian. Bab pertama (bab
pendahuluan) harus memberikan informasi yang jelas dan menarik terkait
pentingnya penelitian ini dilakukan. Antara latarbelakang, perumusan masalah
dan tujuan penelitian harus saling terkait antara sub bagian tersebut.
REFERENSI:
Riadi, Muchlisin. 2014. Latar belakang Masalah Penelitian
(didownload dari web: https://www.kajianpustaka.com/2014/04/latar-belakang-masalah-penelitian.html pada tanggal 21 April 2018)
Ali, Hapzi. Identifikasi, Pembatasan dan Rumusan Masalah
(didownload dari web: https://hapzi-ali.com/daftar-ebook/ebook-metodologi-penelitian/bab-4-identifikasi-pembatan-dan-rumusan-masalah/, pada tanggal 21 April 2018)
Aritonang, Lerbin Roberto. 2016. Buku Materi Pokok: Metode
Penelitian Bisnis, Modul: 9. Universitas Terbuka Metode Penulisan Karya Ilmiah (2) didownload dari web: https://saripedia.woedpress.com/tag/ bagian-bagian-karya-ilmiah/, pada tanggal 21 April2018
x
Salah
satu bagian utama dari proposal penelitan ataupun laporan penelitian adalah
bagian pendahuluan. Pada bagian ini
terdiri atas latar belakang perlunya diadakan penelitian, identifikasi dan
perumusan masalah, tujuan penelitian dan terakhir adalah manfaat
penelitian. Bab pertama (bab
pendahuluan) harus memberikan informasi yang jelas dan menarik terkait
pentingnya penelitian ini dilakukan. Antara latarbelakang, perumusan masalah
dan tujuan penelitian harus saling terkait antara sub bagian tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar